Showing posts with label ngaji. Show all posts
Showing posts with label ngaji. Show all posts

Sunday, February 4, 2018

Salafi Old n Now

Salim A. Fillah is at Pondok Pesantren Al Amien Prenduan.
SALAFI
@salimafillah
Karena kata "salaf", "salafi", dan "salafiyah" adalah sebuah kehormatan bagi setiap yang berada di atas jalan yang ditempuh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, ada syair yang sering dikutip tentang pendakuan dan kenyataan.
كُلٌّ يَدَّعِي وَصْلاً بِلَيْلَى
وَلَيْلَى لاَ تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَ
"Semua orang mengaku sebagai kekasih Laila..
Sedang Laila tak merasa kenal satupun dari mereka.."
Siapakah salafi?
Saya dididik di Pondok Pesantren salaf, dalam makna asrama pendidikan yang tak memiliki lembaga resmi berjenjang-jenjang, yang alumninya takkan mendapat ijazah atau lembar kertas apapun yang menunjukkan dia pernah belajar apa, kapan, dan di mana. Kami mengaji sorogan dan bandungan, bermadrasah dan berkhithabah, membaca Maulidusy Syarifil Anam serta mengamalkan Ta'limul Muta'allim; semua mengalir sebagaimana kami memasak dan makan, lalu tidur di lantai berbantal persediaan beras yang membuat tak nyenyak ketika menipis di akhir bulan.
Ini pondok yang kami para santrinya bangga menempelkan stiker di kamar bertuliskan semboyan salaf ala kami itu. Bunyinya, "Lastu kahaiatikum.. Aku tidak seperti pertingkah kalian."
Maka alangkah kagetnya saya ketika di tahap umur berikutnya berjumpa sesama muslim yang menisbat diri sebagai "salafi", dan di matanya segala yang kami lakukan dulu keliru adanya. Ah, barangkali saya perlu duduk bersama mereka lebih lama, mengkaji bagaimana mereka mengaji, dan menemukan sesuatu yang berguna.
Dan sekian lama bersama, kesimpulannya adalah kami bersaudara. Dan siapa bilang saudara harus sama tanpa beda?
Saya pula berjumpa, dengan harakah yang bergerak dalam manhaj yang digariskan seorang besar bernama Hasan Al Banna, menjunjung syiar mereka sebagai Da'wah Salafiyah dan Thariqah Sunniyah.
Dan sekian lama bersama, kesimpulannya memang kami keluarga. Dan siapa bilang sekeluarga harus seragam tanpa ciri khas?
Saya menemukan kesalafian di dalam laku-laku hidup para mahaguru di berbagai penjuru. Kyai Zainal Abidin Munawwir Krapyak adalah sesalafi-salafinya salafi karena pada taraf paling hati-hatinya tak mau melewati gereja, tak suka memandang tiang listrik yang mirip salib, meminta agar pohon cemara yang identik sebagai simbol natal ditebang, tak sepeserpun mau menerima sumbangan pejabat, dan ketegasannya soal syubhat digambarkan Kakanda Iparnya, KH Ali Maksum sebagai "Cagaknya Langit."
Daftar yang seperti beliau di Nahdlatul Ulama, dengan berbagai varian tampilan lahiriah namun dalam etos yang sama, mungkin takkan habis saya tulis hingga umur saya berakhir. Etos salafi.
Saya juga melihat sesalafi salafinya salafi itu adalah KH AR Fakhruddin; yang lebih dari 2 dasawarsa memimpin Muhammadiyyah tapi tak pernah punya rumah, yang menafkahi keluarganya dari berjualan bensin, yang sepeda motor bututnya legendaris, yabg berulangkali menolak menjadi Menteri, yang menerima uang bermilyar-milyar tapi semua untuk persyarikatan dan digelari "Talang Ora Teles", alias saluran air yang tak pernah basah.
Daftar yang seperti beliau di Muhammadiyyah, dengan berbagai varian tampilan lahiriah namun dalam etos yang sama, mungkin takkan habis saya tulis hingga umur saya berakhir. Etos salafi.
Saya juga melihat KH Rahmat Abdullah sebagai sesalafi-salafinya salafi dalam budaya belajarnya, ketekunan pengkajiannya, keteguhannya membina anak muda, penjagaan ashalah dakwahnya, kekuatan ruhiyah, dan kezuhudannya pada dunia.
Etos salafi sejati yang dihidupkan dalam akhlaq imani, bukan klaim disertai kerasnya hati, yang akan mempesona bagi semua nurani, menyatukan ummat dalam barisan hakiki.
______________
Tempo hari bersama Allaahu yahfazhuh KH. Ahmad Fauzi Mohammad Tijani, Pengasuh Pesantren Al Amien, Prenduan, Sumenep. Pesantren dengan 7000-an santri yang disebut 'modern', tapi terpancar etos salafi dari para Masyaikh hingga santri-santrinya.

Monday, January 29, 2018

Dilan Now?

Dilan bukan pemuda ideal
Nabila Zidane
Pagi2 rame status dan meme Dilan, siapa sih dia (Huuu kepo) 😜...artis baru bukan? 🤔atau pejabat korup??? Hhhmmm penasaran nih ummi... Tanya mbah google owalah ini toh yg namanya Dilan 🤦‍♀ kenalan deh... Ternyata sosok Dilan dan milea ini dikenalkan oleh Pidi baiq di tahun 1990 dan 1991.Karena bahasa Dilan yg terkemas indah maka banyak kaum hawa yg terhipnotis karenanya nih cuplikannya
"jangan rindu,rindu itu berat kau tak kan kuat, aku saja".
"kalau kamu ninggalin aku itu hak kamu,asal jangan aku yg ninggalin kamu,Aku takut kamu kecewa".
"Selamat ulang tahun milea ini hadiah untukmu,cuma TTS,tapi sudah ak isi semua, aku sayang kamu,aku tdk mau kamu pusing karena harus mengisinya".
Aduh aduh bikin baper habis pokoknya dan pastinya bikin remaja ideologis mual muntah perih kembung... Basi Dilan... Sorry gak mempan 😤
Belum lagi adegan boncengan naik motor keliling bandung hujan hujan lagi.... Macam Film india saja.. Tumbare miri jahe udah gitu putus lagi gak sampai ke jenjang pernikahan tuh asli ketahuan gombal kan heleh
Pelajaran ya bagi semua
Pacaran udah bertahun-tahun, masih juga belum dinikahi, kenapa? karena pacaran enak, kapanpun mau hubungi, nggak ya ditinggalin...pacaran enak, seminggu sekali kalo ada duit traktir, kalo nggak ya ngesot nggak perlu tanggung jawab dan nggak perlu komitmen..
Parahnya si Dilan ternyata bukanlah remaja ideal,hidupnya penuh dgn masalah hal ini tak lepas dari pola asuh orang tua yg salah dimana justru sang ibu mendukung anaknya berpacaran bukannya menasehati dan sikap sang Ayah main usir sj menghadapi anak pembangkang kan kasihan pak...hemmm solusi yg menimbulkan byk masalah baru...
Dilan dengar ya...
Lelaki ideal itu bukan lelaki yg pandai bermanis kata,bukan pada geng motor, bukan menang menangan berkelahi ideal itu letaknya ada pada tanggung jawab
Masih pake seragam sok sokan pacaran, orang tua kerja banting tulang,banting otot, banting setir,kepala jadi kaki,kaki jadi kepala (kalah sirkus)apapun dilakukan buat biaya sekolah kamu...
eeee kamu malah asik ngejar ngejar cewek bukannya ngejar cita cita... Lagian juga pacaran modal dengkul itupun dengkulnya bapakmu.... Ditambah ikutan geng motor lagi... Cari apa disitu nak??? Biar dibilang keren,huebat,emejing,awesome atau apa???adanya juga dikejar kejar tim jaguar pada akhirnya.
Inilah sebenarnya kebobrokan yg dikemas terlihat baik buat remaja kita... Kok ya pas menjelang Valentine's Day.... Kaum liberal tak pernah berhenti berusaha menyesatkan remaja kita atas nama kebebasan bertingkah laku mereka memproduksi Film ini.Kemaksiyatan yg berusaha dikemas indah dalam pandangan manusia.
Makanya Dilan yuuuk ngaji
Bukankah islam telah mengatur bagaimana hubungan pria dan wanita
PENGATURAN HUBUNGAN PRIA DAN WANITA
1.Menundukkan pandangan
Islam telah memerintahkan kepada manusia baik pria dan wanita untuk menundukan pandangan. ‎Jadi pria dan wanita boleh berinteraksi dengan syarat menahan pandangan dari hal- hal yang ‎diharamkan untuk dilihat. Allah SWT berfirman:‎
‎ ‎قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا ‏يَصْنَعُونَ ‏
‎“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, ‎dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya ‎Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(Qs. An-Nur:30)‎
kelanjutan ayat berikutnya ‎
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ‏‏……., ‏‎ ‎
‎“dan Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan ‎memelihara kemaluannya…..,.” (QS. An-Nur ayat 31)‎
Allah SWT menghramkan laki-laki non mahrom melihat aurat wanita (bagian tubuh selain wajah ‎dan telapak tangan), tetapi memaafkan pandangan yang tidak disengaja dan hanya pandangan yang ‎pertama saja yang boleh sedangkan pandangan berikutnya adalah haram dilakukan. Sebagaimana ‎hadits riwayat muslim: “aku pernah bertanya kepada Rosulullah saw mengenai pandangan yang ‎tiba tiba tidak sengaja, maka beliau menyuruhku memalingkan pandangan ku”.(HR.Muslim)‎
2.Menutup aurat ( jilbab dan kerudung)‎
Islam memerintahkan kepada wanita ketika keluar rumah atau berhadapan dengan pria asing, untuk ‎menutup aurat dengan pakaian sempurna yang terdiri dari jilbab dan kerudung (khimar) kecuali ‎yang biasa Nampak muka dan telapak tangan. Seperti yang telah Allah SWT perintahkan dalam ‎surat An nur ayat 31:‎
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ .. ‏
Artinya:“Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya,kecuali yang biasa tampak ‎daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain krudung kedadanya…”. (Qs.An- ‎nur[24];31)‎
Firman Allah SWT berikutnya yang berkaitan dengan jilbab:‎
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا ‏‏(٥٩‏
Artinya: “Hai nabi, katakanlah pada istri-istri mu, anak–anak perempuanmu dan istri-istri orang ‎mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” (Qs. Al-Ahzab [33]: ‎‎59)‎
Aturan memakai jilbab ini tidak hanya diperuntukan untuk para istri-istri nabi tetapi juga kepada ‎seluruh istri-istri kaum muslimin untuk mengenakan jilbab dan kerudung (khimar). Jilbab itu sendiri ‎yaitu pakaian terusan yang longgar, tidak terputus dan tidak menerawang yang dikenakan diatas ‎pakaian rumah atau pakaian dalam. ‎
3.Melarang wanita syafar lebih dari 1 hari
Islam melarang seorang wanita melakukan safar (perjalanan) dari suatu tempat ke tempat lain ‎selama perjalanan sehari semalam kecuali jika disertai dengan mahramnya. Dalam suatu hadits ‎riwayat muslim mengatakan: “tidak halal seorang wanita beriman kepada Allah SWT dan hari ‎akhir melakukan perjalanan sehari semalam kecuali jika disertai mahramnya”.(HR.Muslim)‎
4. Dilarang berkhalwat ‎
Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat kecuali jika wanita itu disertai mahromnya. ‎Berkata As-Suyuthi, “Para sahabat kami (para pengikut madzhab Syafi’i) mengatakan, Mahrom ‎adalah wanita yang diharamkan untuk dinikahi untuk selama-lamanya baik karena nasab maupun ‎dikarenakan sebab tertentu yang dibolehkan dan dikarenakan kemahroman wanita tersebut. ‎Adapun dalil-dalil mengenai larangan berkhalwat diantaranya:‎
Rosulullah saw bersabda:” janganlah sekali – kali pria dan wanita berkhalwat kecuali jika wanita ‎itu disertai mahromnya.” (HR. Bukhari).‎
Sabda Rosulullah saw berikutnya berkaitan dengan berkhalwat:
Rosulullah saw bersabda:‎
ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يخلون بامرأة ليس معها ذو محرم منها فإن ثالثهما الشيطان “‏
“siapa saja yang beriman kepada Allah SWT, dan hari akhir, janganlah sekali-kali ia berkhalwat ‎dengan seorang wanita yang tidak disertai mahromnya, karena yang ketiga diantara keduanya ‎adalah setan”. (HR. Ahmad dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani ‎dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813)‎
Adanya aturan islam sebagai rahmatan lil alamin yang mampu mewujudkan kehidupan yang ‎menjamin pemenuhan kebutuhan hidup, menentramkan jiwa dan memuaskan akal. Hanya Islam ‎yang mampu menata kehidupan dengan mencegah munculnya peluang dan menghentikan perilaku-‎perilaku penyimpangan seperti seks bebas, dan kerusakan-kerusakan sosial lainya. Islam memiliki ‎solusi yang berlandaskan pada nash – nash syariah yang berasal dari Al-quran dan as sunnah yang ‎telah terbukti diterapkan mulai dari pemerintahan islam sejak Rosulullah saw, khulafaur Rasyidin ‎hingga masa kekhilafahan sesudahnya sampai tahun 1924. Dimana islam mampu menyelesaikan ‎persoalan problematika umat termasuk penyimpangan perilaku dan menghentikan secara tuntas saat ‎diterapkannya islam secara kaffah (baik pada silam maupun masa yang akan datang).
Wallahualam ‎bhishowwab