Wednesday, January 31, 2018

Usman Bin Affan, triliuner zaman old

APAKAH USMAN BIN AFFAN SEORANG KAPITALIST?
.
@doniriw

Kritik gencar aktivis Islam pada Kapitalisme mengundang reaksi kontra.

Tak hanya dari penganut Kapitalisme itu sendiri, dari muslimin pun ada.

Mereka manganjurkan untuk tidak membenci kapitalisme. "Contohlah Usman bin Affan. Dengan kapitalnya beliau berdagang hingga kaya. Kemudian bersedekah"

Dengan demikian, apakah Usman seorang kapitalist?

Bukan!

Usman memang pedagang kaya. Tetapi dia bukan kapitalist.

Kapitalisme adalah sebuah sistem ekonomi yang dibangun di atas ideologi liberal.

Artinya, kebebasan bagi semua orang untuk melakukan bisnis apapun .

Dari bisnis toko kelontong kecil hingga penguasaan gunung emas di negeri orang.

Makanya, gunung emas di Indonesia bisa dimiliki pengusaha amerika.

Kapitalisme itu sepaket dengan demokrasi.

Melalui pintu demokrasilah UU yang melindungi kapitalisme bisa legislasikan.

Bagaimana dengan Islam?

Di dalam Islam juga terkandung kebebasan berbisnis.

Namun kebebasan berbisnis dalam Islam dibatasi halal-haram.

Bisnis Khamer, Riba, dan sejenisnya jelas haram.

selain itu, ada pula benda yang haram dikuasai Individu. Seperti sumber minyak, gas alam, batu bara, laut, danau, gunung emas, dlsb.

Di dalam sistem ekonomi Islam, kepemilikan benda-benda dibagi tiga; milik ummat, milik negara, dan milik individu.

Sumber air seperti laut, danau, sungai,
Sumber api seperti minyak bumi, batu bara,
Vegetasi, seperti hutan, dll, semua milik rakyat secara bersama.

Dikelola negara sementara labanya digunakan untuk kesejahteraan rakyat; sekolah gratis, kesehatan gratis, dlsb.

Dalam kapitalisme, kebutuhan rakyat dibayar sendiri. Karena SDA milik rakyat sudah dikuasai kapitalis.

Sementara sumber daya di luar air, api, & vegetasi, seperti gunung emas, tambang uranium, dll, dimiliki negara.

Hasilnya digunakan untuk membiayai operasional negara.

Di dalam sistem kapitalis, negara dibiayai pajak, pembangunan dibiayai utang. Karena semua sumber daya sudah dikeruk kapitalist.

Jadi kapitalisme itu tidak sama dengan kekayaan.

Mengkritisi kapitalis tidak sama dengan pro kemiskinan.

Kapitalisme adalah sebuah sistem ekonomi berlandaskan kebebasa yang tak kenal aturan Allah

Dewa Eka Prayoga

DILAN DAN DODOLAN
“Jangan rindu, Berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja".
Demikian kata-kata gombal yang diucapkan Dilan dalam film yang lagi tayang di bioskop saat ini. Alhasil, banyak orang yang tiba-tiba deman Dilan. Lebay! Hahaha. Termasuk gw. 😅 #DilanEkaPrayoga
By the way, film Dilan ini diangkat dari salah satu novel keren karya Pidi Baiq. Pidi Baiq adalah seniman multitalenta di Indonesia. Selain sebagai penulis novel dan buku, beliau juga adalah seorang dosen, ilustrator, komikus, musisi, dan pencipta lagu. GENDENG! Kabeh iso...
Menariknya, karya Pidi Baiq yang satu ini, Dilan, menyajikan banyak gombalan anak muda yang elegan, keren, dan gak garing.
Misalnya:
“Jangan rindu, Berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja".
Huassem!
Klepek-klepek tuh cewek digituin... walaupun gak semua juga sih. Hahaha
Ah, udah ah, daripada bahas Dilan, mendingan bahas Dodolan (jualan). Hehe
Jadi gini...
Kalau Anda cermati kata demi kata gombal yang dibuat Pidi Baiq, sebenarnya beberapa polanya bisa kita gunakan dalam Copywriting pas jualan. Lho, masa?
Ciyusan...
Yuk kita ambil hikmahnya...
Contoh 1, gombalan ini:
"Aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau nanti sore."
😍😍😍😘
Keywordnya adalah kata " BELUM"
Dalam ilmu NLP, kata "belum" adalah salah satu bagian dari presuposisi (asumsi: akan).
Ya, katakanlah saya nanya ke Anda begini:
"Hayo, udah pada baca buku terbaru Saya belum?"
Dari kalimat di atas, kemungkinan jawabannya adalah: "sudah" atau "belum". Artinya, diasumsikan "akan", tinggal tunggu waktu aja.
Ini persis seperti gombalan Dilan di atas. Kalimat yang digunakan adalah "Aku belum mencintaimu", bukan "Aku tidak mencintaimu". Kalau tidak, ya emang enggak. Kebayaaaaang? Alhamdulillah...
Jadi gimana, udah cek erlcosmetic.com belum? Hehe
Contoh 2, gombalan ini:
"Tolong bilang ke ibumu! Aku mencintai anak sulungnya"
Beeeeuh...
Kalimat langsungnya adalah gini, "Aku mencintaimu...". Tapi kalah cuma gini, biasa aja, gak gombal. 😂
Kalau dalam jualan, kata-kata begini adalah covert. Ngasih kode. Gak terang-terangan. Terselubung. Orang gak sadar bahwa kita lagi jualan. Kalaupun sadar, mereka nyaman baca kalimat jualannya.
Misalkan, daripada bilang, "Ayo beli produk ini, soalnya keren banget..." #prettt
Daripada begitu, mending bilang gini:
"Alhamdulillah, lagi-lagi baru dapat testimoni keren dari customer yang beli facial serum B Erl Cosmetics. Seneng banget kalau udah neroma curhatan positif dari mereka tentang beginian..."
Kerasa bedanya? Hehe
Contoh 3, gombalan ini:
"Aku tidak bisa apa-apa, kecuali mencintai kamu"
👊 #wadezig
Keywordnya adalah kata "KECUALI".
Ya, kata "kecuali" itu sangat powerful, kalau Anda bener cara pakenya.
Misal, ada offer begini:
"Ayo buruan join reseller B Erl Cosmetics, soalnya produknya terbukti laris manis dan gampang jualannya.."
Coba deh edit dikit dan ubah jadi begini:
"Oh ya, sebenarnya Anda gak harus join reseller erlcosmetic.com, kecuali Anda ingin mendapatkan income tambahan dan bimbingan langsung dari ahlinya tentang cara menjual produk yang laku keras gak ga karuan kaya kacang goreng. Laris terus!"
Mana yang lebih elegan?
Mana yang terkesan gak maksa? Hehe
Demikian tulisan ngawur saya kali ini. Disambung-sambungin aja lah ya, namanya juga sharing, yang penting posting. Semoga bermanfaat ya....
Kalau mau share, gak perlu izin dulu...

Tuesday, January 30, 2018

Felix siauw

Apa Yang Allah Pinta

Manusia bisa berkata apapun  tentangmu, tapi Tuhanmu lebih tahu dirimu dibanding semua. Bila engkau dengarkan mereka, tak akan ada habisnya, cukupkan hanya Allah

Sebab manusia bebas berlisan dan akan ada pertanggungan, tapi menaati Allah itu kebebasan walau di dunia ada perjuangan. Tapi susah dan sulit itu akan ada akhirnya

Manusia bisa berubah penilaiannya, Allah itu tetap hukumnya, maka jangan sampai kita melakukan sesuatu karena manusia, kita pun akan berubah bila manusia berubah

Cukup kita meyakini bahwa Al-Qur'an dan As-Sunnah itu panduan, dan sedari dulu kebenaran itu tidak akan bisa diterima oleh mereka yang senang kemaksiatan

Jadi bila para pemaksiat membenci dirimu, tak apa, itu tanda bahwa apa yang engkau pegang benar. Jangan balas membenci mereka, karena itu menjadikanmu tak ada bedanya

Bila kaum Nabi Luth sekarang berkoalisi dengan peniru Fir'aun, pembebek kafir Quraisy, dan akrab sekalian dengan munafik, Yahudi, dan Nasrani, itu sudah alaminya

Bila mereka menentang dirimu, menyusahkan hatimu, juga menghalang dakwahmu. Sungguh tokoh-tokoh itu tak jauh beda dengan apa yang ada di zaman para Nabi

Bukankah indah perjuangan itu ada pada kuatnya penentangan? Dan nikmatnya dakwah itu muncul pada saat kita mampu merasa walau sedikit saja yang dirasakan Nabi?

Lelah tak apa asal lillah, penat tak mengapa asal dalam taat, sebab itulah bahagia versi kita, yang tak bisa direbut sesiapa. Bahagia saat mampu sesuai dengan apa yang Allah pinta

Khilafah?

PERBANDINGAN DEFINISI KHILAFAH
Oleh: Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Kita wajib mendefinisikan khilafah dengan tepat,
atau memilih definisi khilafah yang unggul, karena
salah dalam mendefinisikan atau memilih definisi
khilafah yang tepat dan unggul, maka akan salah
dalam melangkah dan salah dalam berdakwah.
Definisi khilafah
Al-Khalidi (1980), Ali Belhaj (1991), dan Al-
Baghdadi (1995) telah menghimpun berbagai
definisi khilafah yang telah dirumuskan oleh para
ulama, di antaranya :
(1) Al-Kamal ibn Al-Humam: Khilafah adalah
otoritas (istihqaq) pengaturan umum atas kaum
Muslimin (Al-Musâmirah fî Syarh al-Musâyirah,
hlm. 141).
(2) Al-Qalqasyandi: Khilafah adalah kekuasaan
umum (wilâyah ‘âmmah) atas seluruh umat,
pelaksanaan urusan-urusan umat, serta
pemikulan tugas-tugasnya (Ma‘âtsir al-Inâfah fî
Ma‘âlim al-Khilâfah, I/8).
(3) At-Taftazani: Khilafah adalah kepemimpinan
umum dalam urusan agama dan dunia sebagai
pengganti Nabi saw. dalam penegakan agama,
pemeliharaan hak-hak umat, yang wajib ditaati
oleh seluruh umat (Lihat Al-Iji, Al-Mawâqîf,
III/603; Lihat juga Rasyid Ridha, Al-Khilâfah, hlm.
10).
(4) Imam Al-Mawardi: Imamah ditetapkan bagi
pengganti kenabian dalam penjagaan agama dan
pengaturan urusan dunia (Al-Ahkâm as-
Sulthâniyah, hlm. 3).
(5) Dr. Hasan Ibrahim Hasan: Khilafah adalah
kepemimpinan umum dalam urusan-urusan
agama dan dunia sebagai pengganti dari Nabi
saw. (Târîkh al-Islâm, I/350).
(6) Ibn Khaldun: Khilafah adalah pengembanan
seluruh urusan umat sesuai dengan kehendak
pandangan syariat dalam berbagai kemaslahatan
mereka, baik ukhrawi maupun duniawi, yang
kembali pada kemaslahatan ukhrawi (Al-
Muqaddimah, hlm. 166 & 190).
(7) ‘Adhuddin al-Iji: Khilafah adalah kepemimpinan
umum (riyâsah ‘âmmah) dalam urusan-urusan
dunia dan agama, dan lebih utama disebut
sebagai pengganti Rasulullah dalam penegakan
agama (I‘âdah al-Khilâfah, hlm. 32).
(8) Imam al-Juwayni: Imamah adalah
kepemimpinan yang bersifat menyeluruh (riyâsah
tâmmah) sebagai kepemimpinan yang berkaitan
dengan urusan khusus dan urusan umum dalam
berbagai kepentingan agama dan dunia (Ghiyâts
al-Umâm, hlm. 15).
Analisis Definisi
Berbagai definisi di atas dapat bagi menjadi tiga
kategori definisi, yaitu:
(1) Definisi yang lebih menekankan pada
penampakan agama (al-mazhhar ad-dînî).
(2) Definisi yang lebih menekankan pada
penampakan politik (al-mazhhar as-siyâsî).
(3) Definisi yang berusaha menggabungkan
penampakan agama (al-mazhhar ad-dînî) dan
penampakan politik (al-mazhhar as-siyâsî).
Semua definisi di atas sebenarnya lebih
mendeskripsikan realitas empirik Khilafah —
misalnya adanya dikotomi wilayah “urusan
dunia” dan “urusan agama”— daripada sebuah
definisi yang bersifat syar‘î, yang diturunkan dari
nash-nash syariat.
Nash-nash syariat khususnya hadis-hadis Nabi
saw., telah menggunakan istilah khalifah dan
imam yang masih satu akar kata dengan kata
khilafah/imamah. Imam al-Bukhari dalam Shahîh-
nya telah mengumpulkan hadis-hadis tentang
Khilafah dalam Kitab Al-Ahkâm. Imam Muslim
dalam Shahîh-nya telah mengumpulkannya
dalam Kitab Al-Imârah (Ali Belhaj, 1991: 15).
Dengan demikian istilah Khilafah merupakan istilah
syar'i yang definisinya harus digali dari nash.
Dengan menelaah nash-nash al-Quran dan hadis
tersebut, akan kita jumpai bahwa definisi Khilafah
dapat dicari rujukannya pada 2 (dua) kelompok
nash, yaitu:
Kelompok Pertama, nash-nash yang
menerangkan hakikat Khilafah sebagai sebuah
kepemimpinan umum bagi seluruh kaum
muslimin di dunia misalnya hadis berikut:
« ﺍَﻹِﻣَﺎﻡُ ﺭَﺍﻉٍ ﻭَﻫُﻮَ ﻣَﺴْﺆُﻭْﻝٌ ﻋَﻦْ ﺭَﺍﻋِﻴَﺘِﻪِ »
Imam yang (memimpin) atas manusia adalah
bagaikan seorang penggembala dan dialah yang
bertanggung jawab terhadap gembalaannya
(rakyatnya). (Shahîh Muslim, XII/213; Sunan Abû
Dâwud, no. 2928, III/342-343; Sunan at-Tirmidzî,
no. 1705, IV/308).
Ini menunjukkan bahwa Khilafah adalah sebuah
kepemimpinan (ri‘âsah/qiyâdah/imârah).
Adapun yang menunjukkan bahwa Khilafah
bersifat umum untuk seluruh kaum Muslim di
dunia, misalnya adalah hadis berikut:
« ﺇِﺫﺍَ ﺑُﻮْﻳِﻊَ ﻟِﺨَﻠِﻴْﻔَﺘَﻴْﻦِ ﻓَﺎﻗْﺘُﻠُﻮْﺍ ﺍْﻷَﺧِﺮَ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ »
Jika dibaiat dua orang khalifah, bunuhlah yang
terakhir dari keduanya. (Shahîh Muslim, no.
1853).
Ini berarti, seluruh kaum Muslim di dunia hanya
boleh dipimpin seorang khalifah saja, tak boleh
lebih. Ini telah disepakati oleh empat imam
mazhab: Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i, dan
Ahmad, rahimahumullâh (Lihat Abdurrahman al-
Jaziri, Al-Fiqh ‘alâ al-Madzâhib al-Arba‘ah, V/308;
Muhammad ibn Abdurrahman ad-Dimasyqi,
Rahmah al-Ummah fî Ikhtilâf al-A’immah, hlm.
208).
Kelompok kedua, nash-nash yang menjelaskan
tugas-tugas khalifah, yang secara lebih rinci terdiri
dari dua tugas berikut:
Pertama, tugas khalifah menerapkan seluruh
hukum syariah Islam atas seluruh rakyat. Hal ini
tampak dalam berbagai nash yang menjelaskan
tugas khalifah untuk mengatur muamalat dan
urusan harta benda antara individu Muslim (QS
al-Baqarah [2]: 188; QS an-Nisa’ [4]: 58),
mengumpulkan dan membagikan zakat (QS at-
Taubah [9]: 103), menegakkan hudud (QS al-
Baqarah [2]: 179), menjaga akhlak (QS al-Isra’ [17]:
32), menjamin masyarakat dapat menegakkan
syiar-syiar Islam dan menjalankan berbagai
ibadat (QS al-Hajj [22]:32), dan seterusnya.
Kedua, tugas khalifah mengemban dakwah Islam
ke seluruh dunia dengan jihad fi sabilillah. Hal ini
tampak dalam banyak nash yang menjelaskan
tugas khalifah untuk mempersiapkan pasukan
perang untuk berjihad (QS al-Baqarah [2]: 216),
menjaga perbatasan negara (QS al-Anfal [8]: 60),
memantapkan hubungan dengan berbagai
negara menurut asas yang dituntut oleh politik
luar negeri, misalnya: mengadakan berbagai
perjanjian perdagangan, perjanjian gencatan
senjata, perjanjian bertetangga baik, dan
semisalnya (QS al-Anfal [8]: 61; QS Muhammad
[47]:35).
Berdasarkan dua kelompok nash inilah, dapat
dirumuskan definisi Khilafah secara lebih
mendalam dan lebih tepat. Intinya,
ﺍﻟﺨﻼﻓﺔ ﻫﻲ ﺭﺋﺎﺳﺔ ﻋﺎﻣﺔ ﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺟﻤﻴﻌﺎ ﻓﻲ
ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ , ﻻﻗﺎﻣﺔ ﺍﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﺍﻻﺳﻼﻣﻲ , ﻭﺣﻤﻞ
ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺍﻻﺳﻼﻣﻴﺔ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ
Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi kaum
Muslim seluruhnya di dunia untuk menegakkan
syariat Islam dan mengemban dakwah Islam ke
seluruh dunia.
Definisi inilah yang telah dirumuskan oleh Syaikh
Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitab-kitabnya,
misalnya kitab Al-Khilâfah (hlm. 1), Muqaddimah
ad-Dustûr (bab Khilafah hlm. 128), dan Asy-
Syakshiyyah al-Islâmiyah (Juz II, hlm. 9). Menurut
beliau juga, istilah khilafah dan imamah dalam
hadis-hadis sahih maknanya sama saja menurut
pengertian syariat (madlûl syar‘î)
Definisi inilah yang selayaknya diambil dan
diperjuangkan agar terealisasi di muka bumi.
Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb

Moslem first group

#SirohNabiMuhammadﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ
DARI “SEL PERTAMA”
HINGGA TERBENTUK “JAMAAH DAKWAH”
Oleh: KH Hafidz Abdurrahman
Saat usia Muhammad saw. telah memasuki 40
tahun, setelah sebelumnya, sejak umur 38 tahun,
melakukan uzlah di Gua Hira’, untuk melakukan
tahannuts, momentum yang luar biasa itu pun
datang. Jibril yang saat itu menyapanya, dalam
satu riwayat menyebutkan di dalam mimpi, dan
dalam riwayat lain, ketika terjaga. Saat itu, Jibril
memerintahkan kepadanya, “Bacalah, wahai
Muhammad!” Baginda saw. menjawab, “Aku
tidak bisa membaca.” Permintaan yang sama
diulanginya hingga tiga kali, dan baginda saw.
tetap dengan jawaban yang sama.
Jibril pun mengajarinya membaca, “Iqra’ bismi
Rabbika al-Ladzi khalaq..” [Bacalah dengan
menyebut asma Tuhanmu, yang telah
menciptakan]. Saat itu, Muhammad saw. pun
menirukannya. Itulah ayat dan surat pertama
yang diturunkan oleh Allah kepadanya melalui
Jibril as. Dengan turunnya Q.s. al-‘Alaq ini
menandai diutusnya Muhammad saw. sebagai
Nabi. Setelah itu, baru Allah turunkan Q.s. al-
Mudatstsir, yang menitahkan pengukuhannya
sebagai Rasul. Dengan demikian, resmilah
Muhammad saw. sebagai Nabi dan Rasul.
Setelah peristiwa itu, Nabi Muhammad saw. pun
naik di atas bukit Shafa, sebagaimana dituturkan
oleh Ibn Atsir, dalam kitabnya, al-Kamil fi at-
Tarikh, menyampaikan pidato pertama, “Wahai
kaum Quraisy, sesungguhnya seorang
pemimpin itu tidak akan pernah membohongi
orang yang dipimpinnya. Percayakah kalian, jika
aku katakan bahwa di balik bukit itu ada kuda
yang berlari?” Mereka pun menjawab, “Percaya.”
Nabi saw. melanjutkan, “Apakah kalian percaya,
jika aku sampaikan bahwa aku adalah Nabi yang
diutus oleh Allah kepada kalian?” Inilah pidato
pertama kali yang disampaikan oleh Nabi saw. di
atas bukit Shafa.
Dalam riwayat lain, Nabi saw. naik di atas bukit
Ajyad, seraya mengatakan, “Wahai kaum
Quraisy, ucapkanlah satu kata, yang jika kalian
sanggup memberikannya, maka seluruh bangsa
Arab akan tunduk kepada kalian, dan orang-orang
non Arab akan membayar jizyah kepada kalian.”
Mereka bertanya, “Gerangan apakah satu kata
itu?” Nabi saw. menjawab, “Ucapkanlah, Lailaha
illa-Llah Muhammad Rasulullah.” Itulah inti, ruh
dan rahasia ajaran dan risalah yang dibawa dan
diemban oleh Rasulullah saw. Itulah akidah Islam,
yang merupakan ideologi dan kaidah berpikir
yang digunakan oleh Nabi saw. untuk
membangkitkan bangsa Arab.
Karena itu, Nabi Muhammad saw. merupakan sel
pertama [hilyah ula] dalam dakwah Islam, dan
orang pertama yang mendapatkan petunjuk
tentang Islam dan ideologinya. Setelah itu, Nabi
Muhammad pun mengajak isteri tercintanya,
Khadijah binti Khuwailid ra. untuk memeluk
Islam, sebagaimana yang diyakini suaminya.
Khadijah pun memeluk Islam di hadapan
suaminya. Khadijah pun menjadi sel kedua dalam
dakwah ini. Setelah itu, Nabi saw. pun mengajak
teman baiknya, Abu Bakar as-Shiddiq ra untuk
memeluk Islam. Dia pun menyambut baik ajakan
sahabat karibnya itu. Setelah Abu Bakar meyakini
Islam, sebagaimana keyakinan sahabat karibnya
itu, maka Abu Bakar itu menjadi sel ketiga.
Begitu seterusnya, sampai sel-sel tersebut
berkembang, lalu dihimpun oleh Nabi saw. dalam
sebuah halqah. Abu Bakar, adalah orang yang
sangat mudah bergaul dengan orang, dan
banyak teman. Karena itu, melalui Abu Bakar
inilah, beberapa orang Quraisy yang kemudian
menjadi sahabat Nabi, mendapat hidayah, dan
akhirnya masuk Islam. Mereka adalah
‘Abdurrahman bin ‘Auf, ‘Utsman bin ‘Affan,
‘Utsman bin Madh’un, Thalhah bin ‘Ubaidillah,
Sa’ad bin Abi Waqqash, Zubair bin al-‘Awwam,
dan sebagainya. Sel-sel sebelumnya pun dibentuk
menjadi halqah ula [halqah pertama].
Setelah terbentuk halqah pertama, maka
terbentuklah halqah kedua, ketiga dan seterusnya.
Mereka dibina, baik secara langsung oleh
Rasulullah saw. maupun tidak langsung, melalui
orang-orang yang terlebih dulu masuk Islam, dan
ditugaskan Rasul untuk membina halqah-halqah
ini. Ini seperti yang dilakukan oleh Nabi saw. saat
mengutus Hubab bin al-Art untuk mengisi di
rumah Sa’id bin Zaid dan Fatimah, adik kandung
‘Umar bin al-Khatthab. Sementara ‘Umar sendiri
saat itu belum masuk Islam. Pembinaan -
pembinaan ini berlangsung di rumah-rumah, di
dekat bukit Shafa, bahkan kadang di dekat Ka’bah.
Pembinaan-pembinaan dalam bentuk halqah,
atau kelompok kecil ini dilakukan secara intensif.
Materinya bisa dilihat pada ayat-ayat yang
terkandung dalam surat Makkiyah. Isinya tentang
akidah, mengkritisi praktik muamalah yang rusak
di tengah masyarakat, dan bagaimana
seharusnya menurut Islam. Selain pembinaan-
pembinaan intensif dalam halqah, mereka juga
dikumpulkan oleh Nabi saw. di rumah al-Arqam
bin Abi al-Arqam, yang letaknya di bawah lereng
bukit Shafa.
Pembinaan-pembinaan yang dilakukan oleh Nabi
saw. dan para sahabat ini pun sembunyi-sembun
yi. Ketika mereka hendak menunaikan shalat,
mereka pun harus menunaikannya dengan
sembunyi-sembunyi, sampai di lembah-lembah
di sekitar Makkah. Pernah suatu ketika, waktu itu
Sa’ad bin Abi Waqqash sedang mengerjakan
shalat, tiba-tiba ada orang Kafir yang
menertawakan shalat Sa’ad, maka selesai shalat,
orang itu pun dipukul oleh Sa’ad dengan tulang
unta hingga terkapar bermandikan darah, dan
akhirnya meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi,
sebelum dakwah Nabi saw. dan para sahabat
dilakukan secara terbuka.
Hanya saja yang perlu dicatat, jika aktivitas
mereka dilakukan sembunyi-sembunyi, tidak
berarti bahwa dakwah mereka lakukan dengan
sembunyi-sembunyi. Tentu tidak. Karena dakwah
harus tetap terus terang, terbuka, menantang,
dan agresif. Itulah ciri khas dakwah. Namun,
ketika itu yang disembunyikan adalah organisasi
[kutlah] dan orang-orang-nya. Saat itu, orang-
orang yang memeluk Islam didominasi oleh
anak-anak muda, yang usianya 20 tahun ke
bawah.
Lihat saja, ‘Ali bin Abi Thalib umurnya ketika itu
baru 8 tahun, Zubair bin al-‘Awwam 8 tahun,
Thalhah bin ‘Ubaidillah 11 tahun, al-Arqam bin Abi
al-Arqam 12 tahun, ‘Abdullah bin Mas’ud 14
tahun, Sa’id bin Zaid 20 tahun kurang, Sa’ad bin
Abi Waqqash 17 tahun, Mas’ud bin Rabi’ah 17
tahun, Ja’far bin Abi Thalib 18 tahun, Shuhaib ar-
Rumi 20 tahun kurang, Zaid bin Haritsah 20 tahun
pas, ‘Utsman bin ‘Affan 20 tahun pas, Thalib bin
‘Umair 20 tahun pas, Hubab bin al-Art 20 tahun
pas, ‘Amir bin Fakhirah 21 tahun, Mush’ab bin
‘Umair 24 tahun, al-Miqdad bin al-Aswad 24
tahun, ‘Abdullah bin Jahsy 25 tahun, ‘Umar bin al-
Khatthab 26 tahun, Abu ‘Ubaidah al-Jarrah 27
tahun, ‘Utbah bin Ghazwan 27 tahun, Abu Bakar
as-Shiddiq 37 tahun, dan begitu seterusnya.
Rata-rata usia mereka masih muda. Mereka ini
dibina secara intensif oleh Nabi saw. secara
sembunyi-sembunyi, dari rumah ke rumah, atau
di tempat-tempat tertentu yang ditetapkan oleh
Nabi. Meskipun dakwah menyampaikan
pemikiran dilakukan secara apa adanya, terbuka,
dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Setelah proses
pembinaan yang dilakukan oleh Nabi saw. ini
dianggap matang, dan mereka pun siap
mengemban dakwah keluar secara lebih terbuka,
ofensif dan menantang, ditambah dengan masuk
Islamnya dua orang yang menjadi Ahl an-
Nushrah, yaitu ‘Umar bin al-Khatthab dan
Hamzah bin ‘Abdul Muthallib, maka Allah pun
turunkan Q.s. al-Hijr, “Sampaikanlah secara
terbuka apa yang telah dititahkan kepadamu, dan
tentanglah orang-orang Musyrik.”
Setelah itu, Nabi saw. dan para sahabat, berbaris
dan melakukan thawaf, mengelilingi Ka’bah,
dalam dua shaf. Satu shaf dipimpin oleh ‘Umar
bin al-Khatthab, dan satu shaf lagi dipimpin oleh
Hamzah bin ‘Abdul Muthallib. Peristiwa ini terjadi
setelah turunya Q.s. al-Hijr, pada tahun ke 3
kenabian. ‘Umar bin al-Khatthab dan Hamzah
masuk Islam, dalam kitab al-Mulk wa al-Umam,
karya at-Thabari, disebutkan tahun ke 5 kenabian.
Dengan demikian, peristiwa ini kemungkinan
besar dilakukan tahun ke 5 kenabian, sekaligus
menandai era baru, Tafa’ul ma’a al-ummah
[interaksi dengan umat]. Pada saat yang sama, ini
sekaligus menandai terbentuknya kultah dakwah,
yang kemudian disebut Hizbu ar-Rasul.

Not Dilan?

Maaf, Aku Bukan Dilan !
Aku rasa banyak cewek di sekolah ini yang mendamba Dilan, mungkin juga kamu. Dan aku Kira, banyak cowok di sekolah ini yang inginkan Milea. Termasuk aku?
Maaf. Harus kukatakan padamu, Milea bukanlah tipeku. Dan maaf, jika kamu termasuk mendamba sosok Dilan, aku katakan padamu, aku Tak akan bisa jadi Dilan.
Dilan itu berani. Aku penakut. Dilan berani merayu Milea. Memuji kecantikan Milea. Menyampaikan kalimat romantis. Aku penakut.
Aku penakut. Karena aku tahu merayunya itu berat. Berat dosanya. Apalagi memujinya hingga mengatakan cinta padanya.
Ya. Mungkin karena Milea hanya untuk Dilan dan Dilan hanya untuk Milea. Mereka cocok. Milea Tak cocok untukku.
Aku mendamba wanita yang Tak suka puisi Dan lagu. Tak bisa disogok dengan coklat. Wanita yang saat ini sedang sibuk merayu. Merayu Allah swt. Wanita yang semangat belajar mencinta. Mencintai Rasulullah saw.
Aku Tak tahu dia siapa. Dia bukan Milea Dan aku bukan Dilan.
@kak_oksa

Monday, January 29, 2018

Law old n now

PENETAPAN HUKUM ALA RASULULLAH

© Doni Riw

Rasulullah SAW diangkat sebagai nabi ketika menjadi rakyat biasa di Makkah.

Nasabnya memang bangsawan, tetapi bukan pemimpin suku Quraisy.

Ketika masih menjadi rakyat, beliau menyampaikan syariat Islam secara apa adanya.

Jika Allah wahyukan bahwa sesuatu itu haram, maka beliau sampaikan haram.

Beliau tetap sampaikan apa adanya, meski parlemen Quraisy di darun nadwah menentang.

Sekali Allah sebut haram, maka haram.
Sekali Allah katakan halal, maka halal.

Setelah hijrah ke Madinah, beliau bukan lagi rakyat biasa.

Beliau adalah kepala negara.

Sebagai kepala negara, beliau juga mengharamkan apa yang Allah haramkan. Menghalalkan apa yang Allah halalkan.

Beliau tidak pernah menawar pada Allah;

"Yaa Allah, Madinah ini bhineka ya Allah. Ada nasrani, ada yahudi.
Kita harus mendiskusikan dengan mereka untuk menentukan hukum khamer & riba. Jika dead lock maka kita voting yaa Allah.

Tidak pernah sama sekali.

Bahkan Rasulullah tidak pernah tawar menawar dengan para Sahabatnya perihal halal haram.

Halal-haram itu keputusan Allah, dan itu menjadi ketetapan hukum bagi Rasulullah, serta menjadi konstitusi bagi negeri Madinah.

Sekali lagi, negeri Madinah juga bhineka, tidak hanya dihuni muslimin.

Itulah contoh Rasulullah.
Dari rakyat biasa di Makkah, mendakwahkan syariat Islam, hingga menegakkan kedaulatan di Madinah, menegakkan syariat Allah.

Itulah jalan hidup muslimin.

Jalan hidup Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Tabi'in, Tabi'it, Tabi'in, semua mewarisi Khalifah Rasulullah.

Kita, ummat Rasulullah akhir zaman ini, diberi kesempatan oleh Allah untuk menempuh jalan yang sama dengan masa awal beliau.

Bermula dari rakyat jelata. Memperjuangkan kedaulatan syariat.

Melalui jalan dakwah lisan tanpa kekerasan.

Tanpa masuk dalam sistem kekuasaan para penentang syari'at Allah.

Seperti Rasulullah juga tidak masuk ke dalam sistem parlemen Quraisy, darun nadwah.

InsyaAllah, Allah akan memenangkan hambanya yang lurus mencontoh jalan hidup Rasulullah.

Aamiin.

Jogja 26118
.
***
.
te.me/doniriw_channel
ig @doniriw
fb doni riw channel

Dilan Now?

Dilan bukan pemuda ideal
Nabila Zidane
Pagi2 rame status dan meme Dilan, siapa sih dia (Huuu kepo) 😜...artis baru bukan? 🤔atau pejabat korup??? Hhhmmm penasaran nih ummi... Tanya mbah google owalah ini toh yg namanya Dilan 🤦‍♀ kenalan deh... Ternyata sosok Dilan dan milea ini dikenalkan oleh Pidi baiq di tahun 1990 dan 1991.Karena bahasa Dilan yg terkemas indah maka banyak kaum hawa yg terhipnotis karenanya nih cuplikannya
"jangan rindu,rindu itu berat kau tak kan kuat, aku saja".
"kalau kamu ninggalin aku itu hak kamu,asal jangan aku yg ninggalin kamu,Aku takut kamu kecewa".
"Selamat ulang tahun milea ini hadiah untukmu,cuma TTS,tapi sudah ak isi semua, aku sayang kamu,aku tdk mau kamu pusing karena harus mengisinya".
Aduh aduh bikin baper habis pokoknya dan pastinya bikin remaja ideologis mual muntah perih kembung... Basi Dilan... Sorry gak mempan 😤
Belum lagi adegan boncengan naik motor keliling bandung hujan hujan lagi.... Macam Film india saja.. Tumbare miri jahe udah gitu putus lagi gak sampai ke jenjang pernikahan tuh asli ketahuan gombal kan heleh
Pelajaran ya bagi semua
Pacaran udah bertahun-tahun, masih juga belum dinikahi, kenapa? karena pacaran enak, kapanpun mau hubungi, nggak ya ditinggalin...pacaran enak, seminggu sekali kalo ada duit traktir, kalo nggak ya ngesot nggak perlu tanggung jawab dan nggak perlu komitmen..
Parahnya si Dilan ternyata bukanlah remaja ideal,hidupnya penuh dgn masalah hal ini tak lepas dari pola asuh orang tua yg salah dimana justru sang ibu mendukung anaknya berpacaran bukannya menasehati dan sikap sang Ayah main usir sj menghadapi anak pembangkang kan kasihan pak...hemmm solusi yg menimbulkan byk masalah baru...
Dilan dengar ya...
Lelaki ideal itu bukan lelaki yg pandai bermanis kata,bukan pada geng motor, bukan menang menangan berkelahi ideal itu letaknya ada pada tanggung jawab
Masih pake seragam sok sokan pacaran, orang tua kerja banting tulang,banting otot, banting setir,kepala jadi kaki,kaki jadi kepala (kalah sirkus)apapun dilakukan buat biaya sekolah kamu...
eeee kamu malah asik ngejar ngejar cewek bukannya ngejar cita cita... Lagian juga pacaran modal dengkul itupun dengkulnya bapakmu.... Ditambah ikutan geng motor lagi... Cari apa disitu nak??? Biar dibilang keren,huebat,emejing,awesome atau apa???adanya juga dikejar kejar tim jaguar pada akhirnya.
Inilah sebenarnya kebobrokan yg dikemas terlihat baik buat remaja kita... Kok ya pas menjelang Valentine's Day.... Kaum liberal tak pernah berhenti berusaha menyesatkan remaja kita atas nama kebebasan bertingkah laku mereka memproduksi Film ini.Kemaksiyatan yg berusaha dikemas indah dalam pandangan manusia.
Makanya Dilan yuuuk ngaji
Bukankah islam telah mengatur bagaimana hubungan pria dan wanita
PENGATURAN HUBUNGAN PRIA DAN WANITA
1.Menundukkan pandangan
Islam telah memerintahkan kepada manusia baik pria dan wanita untuk menundukan pandangan. ‎Jadi pria dan wanita boleh berinteraksi dengan syarat menahan pandangan dari hal- hal yang ‎diharamkan untuk dilihat. Allah SWT berfirman:‎
‎ ‎قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا ‏يَصْنَعُونَ ‏
‎“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, ‎dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya ‎Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(Qs. An-Nur:30)‎
kelanjutan ayat berikutnya ‎
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ‏‏……., ‏‎ ‎
‎“dan Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan ‎memelihara kemaluannya…..,.” (QS. An-Nur ayat 31)‎
Allah SWT menghramkan laki-laki non mahrom melihat aurat wanita (bagian tubuh selain wajah ‎dan telapak tangan), tetapi memaafkan pandangan yang tidak disengaja dan hanya pandangan yang ‎pertama saja yang boleh sedangkan pandangan berikutnya adalah haram dilakukan. Sebagaimana ‎hadits riwayat muslim: “aku pernah bertanya kepada Rosulullah saw mengenai pandangan yang ‎tiba tiba tidak sengaja, maka beliau menyuruhku memalingkan pandangan ku”.(HR.Muslim)‎
2.Menutup aurat ( jilbab dan kerudung)‎
Islam memerintahkan kepada wanita ketika keluar rumah atau berhadapan dengan pria asing, untuk ‎menutup aurat dengan pakaian sempurna yang terdiri dari jilbab dan kerudung (khimar) kecuali ‎yang biasa Nampak muka dan telapak tangan. Seperti yang telah Allah SWT perintahkan dalam ‎surat An nur ayat 31:‎
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ .. ‏
Artinya:“Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya,kecuali yang biasa tampak ‎daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain krudung kedadanya…”. (Qs.An- ‎nur[24];31)‎
Firman Allah SWT berikutnya yang berkaitan dengan jilbab:‎
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا ‏‏(٥٩‏
Artinya: “Hai nabi, katakanlah pada istri-istri mu, anak–anak perempuanmu dan istri-istri orang ‎mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” (Qs. Al-Ahzab [33]: ‎‎59)‎
Aturan memakai jilbab ini tidak hanya diperuntukan untuk para istri-istri nabi tetapi juga kepada ‎seluruh istri-istri kaum muslimin untuk mengenakan jilbab dan kerudung (khimar). Jilbab itu sendiri ‎yaitu pakaian terusan yang longgar, tidak terputus dan tidak menerawang yang dikenakan diatas ‎pakaian rumah atau pakaian dalam. ‎
3.Melarang wanita syafar lebih dari 1 hari
Islam melarang seorang wanita melakukan safar (perjalanan) dari suatu tempat ke tempat lain ‎selama perjalanan sehari semalam kecuali jika disertai dengan mahramnya. Dalam suatu hadits ‎riwayat muslim mengatakan: “tidak halal seorang wanita beriman kepada Allah SWT dan hari ‎akhir melakukan perjalanan sehari semalam kecuali jika disertai mahramnya”.(HR.Muslim)‎
4. Dilarang berkhalwat ‎
Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat kecuali jika wanita itu disertai mahromnya. ‎Berkata As-Suyuthi, “Para sahabat kami (para pengikut madzhab Syafi’i) mengatakan, Mahrom ‎adalah wanita yang diharamkan untuk dinikahi untuk selama-lamanya baik karena nasab maupun ‎dikarenakan sebab tertentu yang dibolehkan dan dikarenakan kemahroman wanita tersebut. ‎Adapun dalil-dalil mengenai larangan berkhalwat diantaranya:‎
Rosulullah saw bersabda:” janganlah sekali – kali pria dan wanita berkhalwat kecuali jika wanita ‎itu disertai mahromnya.” (HR. Bukhari).‎
Sabda Rosulullah saw berikutnya berkaitan dengan berkhalwat:
Rosulullah saw bersabda:‎
ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يخلون بامرأة ليس معها ذو محرم منها فإن ثالثهما الشيطان “‏
“siapa saja yang beriman kepada Allah SWT, dan hari akhir, janganlah sekali-kali ia berkhalwat ‎dengan seorang wanita yang tidak disertai mahromnya, karena yang ketiga diantara keduanya ‎adalah setan”. (HR. Ahmad dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani ‎dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813)‎
Adanya aturan islam sebagai rahmatan lil alamin yang mampu mewujudkan kehidupan yang ‎menjamin pemenuhan kebutuhan hidup, menentramkan jiwa dan memuaskan akal. Hanya Islam ‎yang mampu menata kehidupan dengan mencegah munculnya peluang dan menghentikan perilaku-‎perilaku penyimpangan seperti seks bebas, dan kerusakan-kerusakan sosial lainya. Islam memiliki ‎solusi yang berlandaskan pada nash – nash syariah yang berasal dari Al-quran dan as sunnah yang ‎telah terbukti diterapkan mulai dari pemerintahan islam sejak Rosulullah saw, khulafaur Rasyidin ‎hingga masa kekhilafahan sesudahnya sampai tahun 1924. Dimana islam mampu menyelesaikan ‎persoalan problematika umat termasuk penyimpangan perilaku dan menghentikan secara tuntas saat ‎diterapkannya islam secara kaffah (baik pada silam maupun masa yang akan datang).
Wallahualam ‎bhishowwab

Takut? Wajar kok

//// MENGELOLA TAKUT ////
"Malas ah lewat jalan itu, sempit. Lagian banyak anak-anak seliweran. Susah. Saya lewat jalan yang sebelah sini aja, gampang. Biar aja jauhan dikit." 😎
"Susah ini soal Matematikanya. Saya gak bisa, Mah. Mamah aja yang kerjain PR nya ya." 😣
"Maaf ustazah, saya gak bisa membaca kitab ini. Bahasa arab semua, susah. Hurufnya gundul. Tambah susah deh. Belajar bahasa arab juga bosan ah...menghafal lagi...pusing dah. Susah pokoknya." 😱
Itu beberapa percakapan yang sering mampir ke telinga kita. Pun bisa jadi, kita terkadang berucap hal yang serupa. Ya, manusia memang punya kelemahan. Salah satunya, munculnya rasa takut. Takut mencoba lah. Takut memulai lah. Takut beda lah dari yang lain. Ini pada dasarnya emang fitrah sih. Karena rasa takut lahir dari naluri mempertahankan diri. Bahasa kerennya gharizatul baqa'.
Rasa takut tak bisa dihilangkan pada diri manusia. Namun dia bisa dikelola agar terkendali. Rasa takut takkan muncul, kecuali jika ada pemicunya. Jalan sempit yang berlubang, membuat kita takut melewatinya. Pak guru killer berjalan menuju kelas, langsung kaki tangan keringat dingin. (Hihi...ini sih pengalaman zaman old 😁) Tugas sekolah bejibun, apalagi matematika, fisika, kimia, bikin hati dag-dig-dug karena takut gak bisa mengerjakan. Didaulat untuk mengisi ceramah pun kadang bisa bikin lutut gemetaran dan suara bergetar tak karuan. Semua ada pemicunya, hingga rasa takut itu muncul.
Jikalau rasa itu muncul, kembalikan lah kepada Allah Swt. Tundukkan hati kita. Aktifkan jalinan neuron pada otak kita tuk berpikir. Bahwa setiap kesulitan yang menghadang kita, pasti ada celah kemudahan didalamnya.
Allah ingatkan dalam ayatnya pada surah Al Insyiroh ayat 5 dan 6, "inna ma'al usri yusro". Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Bahkan para mufassir mengatakan makna ayat tersebut bahwa satu kesulitan akan didampingi dengan dua kemudahan. Makanya, para salafus salih tak pernah bermuram durja ketika ujian menyapa. Justru mereka bahagia, karena yakin Allah kan berikan dua kemudahan dalam melewatinya.
Intinya berani mencoba. Coba dulu langkah termudah dan terdekat untuk menyelesaikan masalahnya. Jangan ujug-ujug bilang susah, kalo belum dicoba. Ntar kalo sudah dicoba, tapi tetap gak bisa, bolehlah minta bantuan orang lain. Ingat, jika kita mau berusaha Allah kan berikan kemudahan itu. InsyaAllah.
Mari kita berkaca pada pengalaman tiga sahabat Rasulullah Saw ini. Saat perang Mu'tah terjadi pada tahun ke-8 Hijriyah. Pasukan muslim yang hanya berjumlah 3000 orang harus melawan musuh yang jumlahnya 200.000 tentara Romawi Nasrani. Kebayang kan jumlah ini tak sebanding banget. Tentu perasaan ketar-ketir pasti ada lah.
Apalagi sebelumnya Rasulullah Saw mengangkat tiga panglima perang sekaligus.
Sabda beliau Saw, "Jika Zaid mati syahid, maka Ja’far yang menggantikannya. Jika Ja’far mati syahid, maka Abdullah bin Rawahah penggantinya.” (HR. Bukhari)
Ini indikasi kalau panglimanya bakal syahid di medan perang. Tapi Zaid bin Haritsah ra, Ja'far bin Abi Thalib ra , dan Abdullah bin Rawahah ra tak menolak perintah ini. Apalagi ciut nyalinya..gak lah. Mereka justru dengan sigap menerima tugas itu. Dan dengan gagah berani membawa ar Royah di tangannya.
Pasukan kaum muslimin awalnya berasa sedikit khawatir dengan jumlah ini. Sampai mereka minta agar pasukan ditambah. Namun Abdullah bin Rawahah ra berkata, “Wahai kaum muslimin! Demi Allah, sesungguhnya apa yang kalian takutkan sungguh inilah yang kalian cari (yakni) mati syahid. Kita tidak memerangi manusia karena banyaknya bilangan dan kekuatan persenjataan, tetapi kita memerangi mereka karena agama Islam ini yang dengannya Allah muliakan kita. Bangkitlah kalian memerangi musuh karena sesungguhnya tidak ada bagi kita melainkan salah satu dari dua kebaikan, yaitu menang atau mati syahid.”
Semangat pun kembali membara didada kaum muslimin. Mereka berjibaku melawan musuh dengan kekuatan ruhiyah yang menggelora. Lillahi ta'ala. Hingga Allah mudahkan mereka melawan para musuhNya. Namun, janji Allah adalah pasti. Zaid bin Haritsah gugur sebagai syuhada.
Ja'far pun segera meraih ar Royah. Perang terus berkecamuk. Hingga kedua tangan Ja'far bin Abi Thalib ra terputus oleh sabetan pedang lawan. Dia tak patah arang. Dipeluknya di dada panji Rasulullah Saw ini. Hingga sabetan pedang dan tusukan tombak serta panah menyertai ajal menjemputnya. Tak kurang 90 mata luka dijumpai ditubuhnya. Tapi Allah gantikan tangannya dengan sayap indah hingga dia bebas terbang di surga sekehendaknya. MasyaAllah.
Gugurnya Ja'far tak melemahkan semangat pasukan muslim. Abdullah bin Rawahah ra pun segera mengambil alih kepemimpinan perang. Hingga syahid pun didapatkannya juga. Panji pun disepakati diserahkan kepada Khalid bin Walid ra.
Meski kemenangan mutlak tak diraih saat itu. Karena Khalid bin Walid ra akhirnya menarik mundur pasukannya kembali ke Madinah. Namun pasukan kaum muslimin hanya kehilangan 12 orang syuhada. Sementara kaum lawan tak terhitung korbannya. Rasulullah Saw menyambut kedatangan pasukan jihad ini saat kembali.
Rasulullah Saw kemudian naik mimbar seraya berkata, “Bendera dipegang oleh Zaid lalu dia gugur, kemudian dipegang oleh Ja’far dan dia juga gugur. Kemudian dipegang oleh Abdullah bin Rawahah dan dia pun gugur,” sementara air mata beliau menitik, “kemudian bendera dipegang oleh Khalid bin Al-Walid tanpa diangkat, lalu dibukakan kemenangan baginya.” (HR. Bukhari)
MasyaAllah, luar biasa para sahabat ini mengelola rasa takutnya. Rasa takut kepada Allah itulah yang lebih utama. Takut akan dosa dan azab yang akan ditimpakannya. Kita patut meneladaninya.
Jika dosa itu sudah jamak dilakukan oleh masyarakat, tentu azabnya kan menimpa seluruh negeri. Seperti di negeri ini, riba merajalela. Pergaulan bebas hingga gaul sejenis tak terbendung. Miras dan narkoba sungguh telah masuk hingga ke pelosok desa. Wajarlah Allah tegur dengan berbagai bencana. Banjir, gunung meletus, tanah longsor, gempa. Bertubi-tubi. Tidak cukupkah ini sebagai peringatan agar kita kembali? Kembali kepada syariatNya agar ditegakkan di negeri ini.
Inilah rasa takut yang harus muncul pada umat. Takut karena tak melaksanakan syariatNya. Takut akan azab dan siksa yang pedih kan diterima. Baik dunia maupun diakhirat.
Rasulullah Saw bersabda :
"Demi kemuliaan-Ku, Aku tidak akan menghimpun dua rasa takut dan dua rasa aman pada diri seorang hamba. Jika ia takut kepada-Ku di dunia, maka Aku akan memberikannya rasa aman di hari kiamat. Jika ia merasa aman dari-Ku di dunia, maka Aku akan memberikan rasa takut kepadanya di hari kiamat." (HR. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya)
Laila Thamrin
26012018

Saturday, January 27, 2018

Ngopi

Siapa yang ragu dengan besarnya potensi pemuda? Pemuda dengan potensi fisik dan kekuatan kepribadiannya telah mengukir banyak sejarah dunia. Siapa yang tak kenal dengan Ali bin Abi Thalib? Shalahuddin al-Ayyubi? Muhammad al-Fatih? Dan asy-Syafi’i muda yang sudah mampu berfatwa? Mereka semua produktif sejak masih muda belia. Bukan hura-hura dalam euphoria belaka, namun produktif untuk dunia akhirat dan bermanfaat bagi umat manusia sejak berusia muda.
Keberhasilan yang mereka raih tentu tak diraih secara instan, melainkan buah dari kesungguhan dan pengorbanan; apakah ada keberhasilan yang mengukirkan tinta emas sejarah diraih dengan instan dan kelalaian? Ada sejumlah catatan penting di antara karakteristik seorang pemuda muslim:

Salah satu hal penting bagi para pemuda yang hendak memantaskan diri untuk menjadi Agen Perubahan Peradaban Islam adalah dengan menjadi pemuda yang produktif.

Amal shalih adalah aktivitas produktif, dan setiap muslim didorong oleh Allah dan Rasul-Nya untuk menjadi muslim produktif dalam kebaikan menurut tinjauan Islam. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda:
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah ia meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. At-Tirmidzi, Ibn Majah & Ibn Hibban, dll)

dari sini sudah jelas, bahwa mereka harus lebih menyibukan dengan hal hal yang positif seperti belajar dan berdakwah.

Untuk itu kami dari Pemuda Ngaji Batam, mengajak kawan kawan pemuda untuk mengikuti agenda #Ngopi [Ngobrol Perkara Islam]
dengan tema :
🕌 "Pemuda Membangun Peradaban"
📅 Hari sabtu malam Ahad (27 Januari 2018)
🏠bertempat di Ruko Kintamani Blok G No.8
🕰Insyaa Allah acara dimulai pukul 20.00 sd selesai

==============
✅Like&Share Fb. Pemuda Ngaji Batam
CP.Admin 085668182088

Thursday, January 25, 2018

Jumat mulia

و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا الْمُغِيرَةُ يَعْنِي الْحِزَامِيَّ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ
"Sebaik-baik hari adalah hari Jum'at, karena pada hari itulah Adam diciptakan. Pada hari itu pula ia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu pula ia dikeluarkan daripadanya. Dan hari kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jum'at." (HR. Muslim: 1411) - http://hadits.in/muslim/1411

Jum'at

"Sebaik-baik hari adalah hari Jum'at, karena pada hari itulah Adam diciptakan. Pada hari itu pula ia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu pula ia dikeluarkan daripadanya." (HR. Muslim: 1410) - http://hadits.in/muslim/1410

Habitat Tercemar

MENETAS DI HABITAT TERCEMAR
.
© Doni Riw
.
Kita, generasi yang abad 20 & 21, ibarat ikan yang menetas di lautan tercemar.

Sejak kali pertama mata terbuka hingga dewasa, air beracun hadir sebagai hal biasa.

Saking biasanya, kita tak lagi tau bahwa air itu begitu berbahaya.

Kita juga tak pernah tau jika di luar sana ada air segar, habitat sehat yang semestinya.

Parahnya, ada juga ikan yang marah-marah ketika ada yang menyampaikan bahwa air tempat hidup kita ini beracun.

Ketika ada pihak yang mengajak untuk mengganti habitat beracun ini dengan yang lebih baik, mereka disebut radikal serta perusak tatanan.

Ya. Itulah kita.
Itulah habitat kita.

Habitat beracun yang memungkinkan si kaya mengeruk semua, sementara si miskin terus termiskinkan secara sistematis.

Habitat yang memungkinkan para pemuja hawa nafsu menentukan kehalalan L68T di tingkat negara.

Habitat yang memungkinkan para jahil mengatur alim ulama.

Habitat yang tercemari toxin liberalisme sejak akhir abad 19.

Toxin liberalisme yang melahirkan kebebasan membuat hukum bernama demokrasi.

Toxin liberalisme yang membawa kebebasan exploitasi sumber daya bernama kapitalisme.

Toxin nasionalisme yang memenjarakan ukuwah seluruh dunia.
Membatasi persatuan seluruh ummat di bawah satu Khalifah tanpa terbatasi warna kulit.

Toxin Hak Asasi Manusia yang menempatkan hukum Allah sebagai terpidana.

Toxin warna-warni yang mengecoh mata mata ikan yang sejak menetas hanya melihat air tercemar.

Seolah indah namun mematikan.

Toxin yang mencemari habitat sehat pemberian Allah.

Habitat yang diatur dengan hukum Allah sang Pencipta Semesta.

Habitat yang dirintis Rasulullah, diteruskan Khulafa ar Rasyidah, Khilafah Umayah, Khilafah Abasiyah, dan Khilafah Turki Usmani.

Habitat yang punah sejak 1924.

Sejak Mustafa Kemal Ataturk menggulingkan Khilafah Turki Usmani.

Menggantikannya dengan kapitalisme dan demokrasi.

Toxin yang perlahan meracuni seluruh bumi.

Hingga detik ini,

Ketika ada yang mengabarkan pada kita tentang habitat beracun ini,

bisa jadi sebagian tak percaya.

Karena kita semua adalah salah satu dari ikan yang menetas di habitat tercemar.
.
Jogja, 26118
.
***
.
te.me/doniriw_channel

Voting

VOTING HUKUM SHOLAT JUMAT
.
© Doni Riw
.
Alkisah, masyarakat di kampung Sukatakmandi hidup rukun dan damai.

Dengan alasan menjaga kedamaian, mereka selalu memvoting aturan hidup bersama.

Pernah suatu hari mereka memvoting soal pemasangan lampu jalan. 

Hasilnya, sebagian besar sepakat, bahwa wajib bagi tiap rumah untuk memasang lampu jalan di depannya.

Hasilnya bagus. Kini seluruh rumah memasang lampu penerang jalan di depan rumahnya.

Pada kesempatan lain, mereka memvoting soal kumpul kebo.

Sebagian orang yg suka kumpul kebo, atau minimal pingin ngicipi asiknya kumpul kebo, memilih agar kumpul kebo dihalalkan.

Karena kelompok pecinta kumpul kebo lebih banyak, akhirnya mereka menang.

Para ulama yang tau keharaman kumpul kebo, akhirnya harus rela melihat masyarakat menghalalkan kumpul kebo.

Di lain waktu, mereka memvoting hukum sholat jumat.

Meski sebagian besar mereka enggan sholat jumat, tetapi mereka tak mau menghalangi pak kiyai. Akhirnya mereka mvoting bahwa hukum sholat jumat itu mubah. Boleh dilakukan, boleh tidak.

Voting demi voting dilakukan. Hasilnya; miras dilindungi, L68t dihargai, organisasi dakwah dibubarkan, subsidi dicabut, garam dan beraz diimpor, dll.

Pak kiyai dan para ulama hanya bisa menelan ludah. Voting demi voting selalu dimenangkan oleh suara pemuja hawa nafsu.

Pak Kiyai & para ulama harus rela, bahwa di kampungya, halal haram ditentukan oleh voting masyarakat.

Demi menyaksikan itu, Pak Kiyai dan para Ulama kampung SukaTakMandi akhirnya sadar, bahwa kewajiban Sholat Jumat itu mustinya disandarkan pada AlQuran, bukan pada pada voting.

Keharaman zina, l68t, khamer, itu dilandaskan pada Al Quran.

Tidak perlu divoting oleh orang awam dalam ilmu agama, sekaligus pemuja hawa nafsu.

Pak kiyai dan ulama akhirnya sadar, bahwa sistem voting itu bukan sistem yang tepat.

Mereka akhirnya berdakwah pada masyarakat untuk kembali pada hukum Allah, meninggalkan hukum voting.

Meski dalam usahanya itu mereka kerap dituduh radikal, intoleran, dan merusak bhineka.

Jogja, 23118
.
***
.
te.me/doniriw_channel
ig @doniriw
fb doni riw channel

Wednesday, January 24, 2018

Yuk sinergi anak rohis now

Dear teman surga (insyaAllah)
Di zaman now dalam kebaikan itu harus bersama (berjamaah). Mari sinergikan langkah baik kita fren.
Seperti kita naik perahu. Kita sama-sama punya dayung. Arah dayung nya berlawanan. Kacau
Rohis now komunitas anak rohis yg bersinergi. Yuk sinergi

Mencontek?

https://www.instagram.com/p/BcQwtUtlS4O/

Jangan bohongi diri sendiri dalam menuntut ilmu. Allah melihat proses bukan hasil bro n sis

Kid Now

https://youtu.be/jiNvWpaWGQc

Al Quds

https://www.instagram.com/p/BeH8ex2HSeU/

Tuesday, January 23, 2018

Trainning teman surga

Perbaiki bacaan qur'an siswa dan remaja
Generasi milenial yang tidak hanya hebat dunia digital. Tapi juga hebat di masjid dan mushollah
Metode digabung dengan keterampilan life skill. Public speaking, biar sobat muda gak gemetaran ketika bicara dihadapan khalayak ramai ya soub.
English confersation biar keren dakwah remaja dengan pede dan diskusi peradaban islam yang keren luar biasa.
Stay tunned soub.
Remaja islam kreatif berprestasi kebanggan ortu.
Wah keren euy. Bayar berapaan??

Gak usah khawatir guys. GRATIS tis tis. Sampe bergema ei. Eeaaa

Eits tunggu dulu. Mentang-mentang gratis bukan berarti murahan dan gak bermutu ya soub. Cateet. Rohis now diasuh oleh yang berpengalaman dibidangnya ya soub
So tunggu apalagi sobat teman surga. Act now
Kepoin kita sila hunting deng key word rohis now ya. Atau obrak abrik di site ini.

Udah lah gratis. Masak gak mau ikhtiar dikit hehehe see u soon guys

FSI

Monday, January 22, 2018

Kanal kita bro n sist sobat rohis
Teman surga yang sering main di Facebook coba temukan kita ya sounds
Nih judul ne rohis now
Tapi kalau sobat teman surga senang nys Instagram Kita juga ada ya soub.
Nama akun Kita sama disemua kanal ye
Coba deh sobat taat searching key word rohis now. Pokoknya kuomplit sobat teman surga

  • Twitter
  • Telegram channel
  • Instagram
  • FB Page
  • Web Kita ini
  • You tube
Kalau sobat teman surga gak percaya buktiin deh Cari Aja  "rohisnow"
Remaja Islam kreatif
Mari bersama meraih surga ya soub
InsyaAllah dimudahkan bagi Kita semua ya

Friday, January 19, 2018

Soub, susah mengaktifkan remaja masjid di lingkungan. Kepo in ya

Remaja Masjid

Oleh : Ustadz Pristian Surono Putro
Barangkali ada yang berpikir bahwa ukurah sukses menghidupkan remaja masjid adalah dengan banyak diadakannya berbagai kegiatan masjid yang melibatkan remaja ? Bisa jadi begitu bergantung dengan persepsi apa yang dipakai. Jika awalnya ada sebuah masjid yang remaja masjidnya ada tapi seolah mati karena tidak ada kegiatan, ataupun kalau ada sifatnya hanya insidental seremonial semata. Maka dengan bermunculan secara intensif orang akan beranggapan bahwa remaja masjidnya mulai hidup.

Dan jika yang dipakai adalah tolok ukur ini, maka cukup dengan intensitas kegiatan yang mengatasnamakan remaja masjid sudah dianggap bahwa remaja masjidnya sudah hidup. Apakah cukup ? BELUM.

Keberhasilan dalam semakin mengintensifkan berbagai kegiatan remaja Masjid patut untuk ditingkatkan pada level pemikiran Ideologis. Agar Remaja Masjid tidak sekedar menjadi terlatih menjadi semacam badan Event Organizer ( EO ) semata. Namun juga cakap untuk level inisiator PERGERAKAN Ideologis. Hanya saja memang kita jumpai lebih banyak Remaja Masjid yang vakum dari kegiatan. Lantas harus bagaimana ?

Pertama perlu bagi kita untuk merevitalisasi urgensitas pergerakan Dakwah dikalangan Remaja secara umum, sebelum nanti lebih spesifik masuk ke segment spesialisasi Remaja Masjid. Remaja merupakan bagian dari masyarakat, yang mereka diikat dengan interaksi masyarakat, berupa ikatan pemikiran, perasaan, dan peraturan. Karena menjadi bagian dari Masyarakat maka Remaja pun akhirnya akan ikut dalam naik turunnya dinamika masyarakat.

Negeri-negeri Muslim, termasuk Indonesia saat ini menghadapi persoalan sistemik, yakni diterapkannya sistem Kapitalisme-Sekularisme. Dengan Sistem ini alam berpikir masyarakat ( termasuk remajanya ) berada dalam kungkungan Sekularisme. Problem sistemik ini melahirkan beragai problem turunan berupa ekonomi yang liberal, politik yang oportunustik, dan kehidupan yang hedonis. Khusus remajanya mengalami krisis identiras, sehingga menghiasi ruang baca kita soal pergaulan bebas, narkoba, geng motor, tawuran dan sebarek kriminalitas lainnya yang dilakukan oleh kalangan remaja.

Melihat kondisi seperti ini maka disinilah pentinganya akvitas Dakwah. Dimana aktivitas Dakwah ini selain merupakan Kewajiban bagi kita Umat Islam, juga sebagai salah satu kontribusi aktif kita untuk menjadi bagian dari solusi, sekaligus sebagai bentuk kasih sayang kita kepada sesama. Sembari kita secara personal berusaha untuk meminimalisir berbagai problem turunan akibat masalah sistemik penerapan Kapitalisme-Sekularisme, maka kita harus FOKUS untuk melakukan Dakwah Sistemik untuk melakukan perubahan Sistemik dari sistem Kapitalisme-Sekularisme menuju penerapan sistem Islam secara Kaafah.

Pada tataran aksi remaja harus mengambil peranannya dalam proses perubahan ini, yang dengan menjadi bagian dari Subjek perubahan ini, dengan bimbinga para Ulama, guru, dan segenap Ustad-Ustadzahnya. Termasuk dalam hal ini Organisasi Remaja Masjid harus memainkan peranannya. Dengan kemampuan memetakan persoalan keumatan secara umum ini, Remaja Masjid bisa mulai merumuskan platform, dan strategi pergerakannya. Dalam hal ini platform strategi pergerakan ini adalah dengan mensuri tauladani Baginda Nabi Muhammad SAW.

Jadi yang pertama kali harus dirumuskan agar Remaja Masjid menjadi hidup adalah dengan memahami untuk apa dan mengapa Remaja Masjid perlu ada ? Tentu saja sebagai bagian memenuhi seruah Allah SWT akan kewajiban Dakwah ini. Yang kedua adalah memetakan positioning Remaja Masjid di dalam kancah kehidupan di dunia ini, yakni untuk melakukan perubahan sistemik menuju tegaknya Sistem Islam secara Kaafah ditengah hegemoni Penerapan Kapitalisme-Sekularisme. Dan yang ketiga adalah merancang platform strategi pergerakan dengan menteladani Metode Dakwah Nabi SAW.
Sumber: http://www.remajaislamhebat.com/2017/11/sukses-menghidupkan-remaja-masjid.html

Nice video bro. Check it out guys

http://temansurga.com/video-pemuda-sumber-perubahan-felix-siauw/

Teman surga

Komunitas remaja muslim kreatif
Rohis now komunitas yang mengajak remaja muslim yang merindukan masuk surga
Kebayang kan enaknya kongkow dengan sobat sohib mu sambil duduk-duduk di dipan yang tempat minumnya dari emas dan perak
Kalau didunia haram bagi sobat semua kan? Nah kunjungi taman-taman surga yang ada didunia ya sobat muda
Teman surga

Teman surga

This site is under developping
Powered by teman surga