Thursday, February 15, 2018

Affection not Love even desire!

Mengingati Cinta

Bukan kata-kata yang diumbar, tapi keyakinan yang benar. Bukan hanya kalimat-kalimat mesra, tapi tuntunan menuju ke surga

Bukan nafsu yang selalu menuntut pemenuhan, yang menuntut adanya korban, yang hanya berujung pada penyesalan dan airmata

Bukan janji yang berterusan, tapi akad nikah dengan nama Allah dan izin wali. Bukan kumpulan jumpa penuh nafsu, tapi penantian syar'i

Yang jelas bukan bermaksiat dengan pacaran, bayangkan apa itu cinta yang mengizinkan perbuatan nista? Yang Allah larang malah dicari

Seseorang mencari kebahagiaan, yang dia tahu hanya Allah yang mampu memberikan, tapi dia memilih jalan yang Allah murkai

Adalah mencintai Allah melebihi segalanya yang mampu memberi arti. Adalah menaati Allah yang bisa jadi hantaran menuju kebahagiaan

Adalah tanggung jawab, bukan hanya pakaian, makanan dan kediaman. Tapi kenyamanan, ketenangan, kedamaian, bimbingan, terutama keimanan

Kita berbicara tentang perjuangan, dakwah, kebenaran, dan membina ummat, disaat yang sama mendidik anak-anak pelanjut generasi Islam

Ada pengorbanan, ada kesulitan, banyak kesabaran dan menuntut keikhlasan. Tapi semua jelas dijalani di jalan Allah, bersama Allah

Mari mengingati cinta yang membawa kita lebih mendekat pada Allah, bukan yang melalaikan dan membuai nafsu duniawi yang akan disesali

Mari mengingati cinta yang jadi jalan pelengkap setengah agama, cinta yang Allah perintahkan pada siapapun yang Dia cintai ☺️☺️☺️

Jalan Cinta

Kalau kamu merasa bahwa cinta itu cukup dengan dipegang-pegang, ya silakan saja pacaran, karena kamu sudah batasi cinta hanya sebatas fisik saja

Kalau kamu merasa bahwa romantis itu hanya sekedar kata-kata indah di telinga, tanpa tanggung jawab, ya silakan saja digombali, sampai kapanpun kamu mau

Kalau kamu merasa bahwa kasih sayang itu cukup dengan bunga dan cokelat, silakan rayakan atau peringati Valentine Day, artinya kamu belum layak tahu kasih sayang sejati

Tapi kalau boleh saran, lihat kesudahan mereka yang pacaran, kalau nggak diputusin, muncul kebosanan. Kalaupun nikah, kamu dapat lelaki yang berani maksiat sebelumnya

Kata-kata romantisme belaka takkan ada habisnya, semua bisa melontarkan, tak perlu iman, makanya Shakespeare punya karya Romeo & Juliet, sekedar romantis, nggak cukup

Yang tahun ini bilang "You're My Valentine", kasih bunga dan cokelat, tahun depan bisa jadi kasih ke wanita beda lagi, toh tahun kemarin sebelum kamu juga beda kok

Pikir-pikir lagi, buat masa depan, hidup kayak apa sih yang kamu idam-idamkan? Pikirmu setiap hari hidupmu bakal kayak sinetron yang semua perfek?

Berapa banyak wanita yang sudah menyerahkan segalanya pada lelaki, mereka pikir lelakinya untuk selamanya, dan semua menyesal pada akhirnya, tapi semua sudah terlanjur

Berapa banyak lelaki mundur setelah dapat apa yang dia mau? Mendadak wanita itu sudah tidak lagi ada artinya? Sebab mereka yang maksiat, pasti ada bosannya

Serius kamu nggak pingin seperti Rasulullah dan Khadijah? Atau seperti Ali dan Fatimah? Pernah nggak sih kamu nanya kenapa Allah berikan bahagia dalam rumahtangga mereka?

Adalah mengetahui arah datangnya cinta rahasianya. Dan cinta itu dari Allah, salah besar kalau kamu cari pada arah lain, dan cinta itu Allah sudah janjikan dalam ketaatan

Sudah nggak usah lagi habisin waktu, trial and error buat sesuatu yang bakal kamu sesali. Jalan bahagia itu sudah ada, Rasulullah sudah teladankan, jalan cinta itu Islam

Ucap Cinta Padahal Nafsu

Hari Kasih Sayang adalah topengnya, wajah sebenarnya adalah Pelampiasan Nafsu. Sebab saat itulah nafsu dianggap seolah sebagai cinta, padahal bukan samasekali

Ujarnya kasih sayang, padahal orangtuanya tak diperhatikan, katanya kasih sayang, tapi hanya memirkan nikmat saat ini, tanpa tanggung jawab di masa depan

Cinta diperlambangkan dengan cokelat yang mudah meleleh tersengat panas, dan bunga yang layu termakan masa. Tanpa bicara ketaatan, keseriusan dan kesungguhan

Lalu pacaran dianggap sebagai perayaan cinta, padahal tak ada bedanya antara pacaran dan perselingkuhan. Sama-sama menikmati yang bukan haknya, sebelum waktunya

Cinta tak menjadikan diri menghamba kepada nafsu, cinta itu justru energi yang datang saat kita menghamba pada Allah. Cinta tapi maksiat, itu sanga-sangat dusta

Andai ada hubungan yang Allah ridhai pada lelaki dan wanita selain pernikahan, tentu para sahabat sudah mencontohkan, tentu Rasulullah mengizinkan aktivitas itu

Tapi justru Maryam dikisahkan kemuliannya dalam Al-Qur'an saat mampu menjaga diri dari lelaki asing untuk tidak mendekati dirinya, menjaga kesucian dirinya

Begitupun Aisyah dijaga kehormatannya oleh Allah dari tuduhan yang tak pantas baginya, bahwasanya ada lelaki mendekati dirinya selain Muhammad saw

Namun begitu mudah Muslimah ummat Nabi Muhammad disentuh, dipegang, diraba oleh lelaki, dengan topeng pacaran nan nista? Dengan dusta ini amalan kasih?

Cinta itu dari Allah, jangan bohongi cinta dengan kemaksiatan, sejatinya cinta itu sudah Allah atur dalam ikatan pernikahan, itulah cinta yang bertanggung jawab, hingga surga

#UdahPutusinAja
#FelixSiauw
#AlFatihStudios

No comments:

Post a Comment