Mengingati Cinta
Bukan kata-kata yang diumbar, tapi keyakinan yang benar. Bukan hanya kalimat-kalimat mesra, tapi tuntunan menuju ke surga
Bukan nafsu yang selalu menuntut pemenuhan, yang menuntut adanya korban, yang hanya berujung pada penyesalan dan airmata
Bukan janji yang berterusan, tapi akad nikah dengan nama Allah dan izin wali. Bukan kumpulan jumpa penuh nafsu, tapi penantian syar'i
Yang jelas bukan bermaksiat dengan pacaran, bayangkan apa itu cinta yang mengizinkan perbuatan nista? Yang Allah larang malah dicari
Seseorang mencari kebahagiaan, yang dia tahu hanya Allah yang mampu memberikan, tapi dia memilih jalan yang Allah murkai
Adalah mencintai Allah melebihi segalanya yang mampu memberi arti. Adalah menaati Allah yang bisa jadi hantaran menuju kebahagiaan
Adalah tanggung jawab, bukan hanya pakaian, makanan dan kediaman. Tapi kenyamanan, ketenangan, kedamaian, bimbingan, terutama keimanan
Kita berbicara tentang perjuangan, dakwah, kebenaran, dan membina ummat, disaat yang sama mendidik anak-anak pelanjut generasi Islam
Ada pengorbanan, ada kesulitan, banyak kesabaran dan menuntut keikhlasan. Tapi semua jelas dijalani di jalan Allah, bersama Allah
Mari mengingati cinta yang membawa kita lebih mendekat pada Allah, bukan yang melalaikan dan membuai nafsu duniawi yang akan disesali
Mari mengingati cinta yang jadi jalan pelengkap setengah agama, cinta yang Allah perintahkan pada siapapun yang Dia cintai ☺️☺️☺️
Jalan Cinta
Kalau kamu merasa bahwa cinta itu cukup dengan dipegang-pegang, ya silakan saja pacaran, karena kamu sudah batasi cinta hanya sebatas fisik saja
Kalau kamu merasa bahwa romantis itu hanya sekedar kata-kata indah di telinga, tanpa tanggung jawab, ya silakan saja digombali, sampai kapanpun kamu mau
Kalau kamu merasa bahwa kasih sayang itu cukup dengan bunga dan cokelat, silakan rayakan atau peringati Valentine Day, artinya kamu belum layak tahu kasih sayang sejati
Tapi kalau boleh saran, lihat kesudahan mereka yang pacaran, kalau nggak diputusin, muncul kebosanan. Kalaupun nikah, kamu dapat lelaki yang berani maksiat sebelumnya
Kata-kata romantisme belaka takkan ada habisnya, semua bisa melontarkan, tak perlu iman, makanya Shakespeare punya karya Romeo & Juliet, sekedar romantis, nggak cukup
Yang tahun ini bilang "You're My Valentine", kasih bunga dan cokelat, tahun depan bisa jadi kasih ke wanita beda lagi, toh tahun kemarin sebelum kamu juga beda kok
Pikir-pikir lagi, buat masa depan, hidup kayak apa sih yang kamu idam-idamkan? Pikirmu setiap hari hidupmu bakal kayak sinetron yang semua perfek?
Berapa banyak wanita yang sudah menyerahkan segalanya pada lelaki, mereka pikir lelakinya untuk selamanya, dan semua menyesal pada akhirnya, tapi semua sudah terlanjur
Berapa banyak lelaki mundur setelah dapat apa yang dia mau? Mendadak wanita itu sudah tidak lagi ada artinya? Sebab mereka yang maksiat, pasti ada bosannya
Serius kamu nggak pingin seperti Rasulullah dan Khadijah? Atau seperti Ali dan Fatimah? Pernah nggak sih kamu nanya kenapa Allah berikan bahagia dalam rumahtangga mereka?
Adalah mengetahui arah datangnya cinta rahasianya. Dan cinta itu dari Allah, salah besar kalau kamu cari pada arah lain, dan cinta itu Allah sudah janjikan dalam ketaatan
Sudah nggak usah lagi habisin waktu, trial and error buat sesuatu yang bakal kamu sesali. Jalan bahagia itu sudah ada, Rasulullah sudah teladankan, jalan cinta itu Islam
Ucap Cinta Padahal Nafsu
Hari Kasih Sayang adalah topengnya, wajah sebenarnya adalah Pelampiasan Nafsu. Sebab saat itulah nafsu dianggap seolah sebagai cinta, padahal bukan samasekali
Ujarnya kasih sayang, padahal orangtuanya tak diperhatikan, katanya kasih sayang, tapi hanya memirkan nikmat saat ini, tanpa tanggung jawab di masa depan
Cinta diperlambangkan dengan cokelat yang mudah meleleh tersengat panas, dan bunga yang layu termakan masa. Tanpa bicara ketaatan, keseriusan dan kesungguhan
Lalu pacaran dianggap sebagai perayaan cinta, padahal tak ada bedanya antara pacaran dan perselingkuhan. Sama-sama menikmati yang bukan haknya, sebelum waktunya
Cinta tak menjadikan diri menghamba kepada nafsu, cinta itu justru energi yang datang saat kita menghamba pada Allah. Cinta tapi maksiat, itu sanga-sangat dusta
Andai ada hubungan yang Allah ridhai pada lelaki dan wanita selain pernikahan, tentu para sahabat sudah mencontohkan, tentu Rasulullah mengizinkan aktivitas itu
Tapi justru Maryam dikisahkan kemuliannya dalam Al-Qur'an saat mampu menjaga diri dari lelaki asing untuk tidak mendekati dirinya, menjaga kesucian dirinya
Begitupun Aisyah dijaga kehormatannya oleh Allah dari tuduhan yang tak pantas baginya, bahwasanya ada lelaki mendekati dirinya selain Muhammad saw
Namun begitu mudah Muslimah ummat Nabi Muhammad disentuh, dipegang, diraba oleh lelaki, dengan topeng pacaran nan nista? Dengan dusta ini amalan kasih?
Cinta itu dari Allah, jangan bohongi cinta dengan kemaksiatan, sejatinya cinta itu sudah Allah atur dalam ikatan pernikahan, itulah cinta yang bertanggung jawab, hingga surga
#UdahPutusinAja
#FelixSiauw
#AlFatihStudios
No comments:
Post a Comment